Selasa, 29 September 2009

Ternyata Bambang Pamungkas Dalem Banget



Ternyata Bambang mempunyai perasaan yang dalem banget.
gak nyangka waktu gw lg browsing eh tiba tiba liat ginian .
ini kutipan asli yang dibuat Bambang Pamungkas .

Special Treatment For A Special Person
Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 24 December 2008, pada kategori:Tim Nasional

Hasil Minor Indonesia dalam Piala AFF tahun ini tak pelak membuat Tim Nasional Indonesia banyak mendapat sorotan dari masyarakat, cacian serta kritik silih berganti menerpa tim ini. Walaupun tidak sedikit yang masih memberi apresiasi yang positif akan tetapi nada-nada sumbang lebih banyak terdengar secara keseluruhan. Masyarakat mulai mengevaluasi kinerja tim menurut sudut pandang mereka masing-masing, pers mulai mencari kambing hitam tentang kegagalan kita kali ini. Lini per lini mulai dinilai, individu per individu mulai disorot kinerjanya, dan hampir semuanya mendapatkan nilai merah..
Dari sekian banyak punggawa Tim Nasional Indonesia, mungkin nama Bambang Pamungkas paling banyak mendapat sorotan. Pemain yang identik dengan lini depan Tim Nasional Indonesia selama 1 dekade terakhir ini banyak mendapatkan kritik, karena tidak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya selama Piala AFF diselenggarakan. Pemain yang selalu mengenakan No. 20 ini dinilai telah habis masa keemasannya, sudah tidak lagi berbahaya, sudah tidak pantas lagi berada di garis depan dan sudah saatnya menanggalkan seragam kebesaran Merah Putih…

Sejujurnya saya sendiri setuju dengan pendapat masyarakat yang sangat menyudutkan saya, secara fair harus saya katakan bahwa penampilan saya selama Piala Aff kali ini jauh dari kata baik, hanya mencetak 2 gol dari 5 kali penampilan jelas suatu hasil negatif bagi pemain seperti saya. Penampilan saya selama ajang ini memang jauh dari sosok Bambang Pamungkas yang selama ini dikenal publik…

Banyak email yang masuk melalui web saya, atau ada juga yang memberikan komentar melalui Facebook saya yang isinya sangat beragam, ada yang masih memberikan dukungan akan tetapi tidak sedikit yang memberikan cacian. Ada yang memberi komentar dengan bahasa yang baik, ada juga yang sedikit berbasa-basi akan tetapi ada yang menggunakan bahasa yang cukup kasar dalam mengkritik penampilan saya…

Secara pribadi saya bisa menerima semuanya dengan lapang dada, karena memang itu adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai pemain nasional, mereka hanya berusaha memberi penilaian secara jujur. Teori menjadi pemain nasional sebenarnya sangat simpel, jika Tim Nasional sukses Anda akan dipuji setinggi langit, akan tetapi sebaliknya ketika Tim Nasional gagal Anda akan dicaci-maki habis-habisan…

Akan tetapi satu hal yang membuat saya sedikit miris adalah, mengapa kegagalan Tim Nasional kali ini terkesan hanya menjadi tanggung jawab saya, diluar konteks pelatih tentunya, saya adalah pemain yang paling banyak menjadi sasaran tembak masyarakat, bahkan salah satu koran terkemuka sampai memberikan kolom khusus dalam menilai kiprah saya selama AFF, dalam kolom itu mereka menyebutkan bahwa kegagalan saya untuk bersinar salah satunya dikarenakan perselisihan saya dengan M. Ilham, sehingga saya kurang mendapat pasokan bola dari gelandang. Ehm.. saya tidak habis pikir dengan gosip yang mereka sembulkan ini, secara jujur saya katakan bahwa saya tidak pernah mempunyai masalah pribadi dengan M. Ilham, setiap pemain dalam tim memang sering berdiskusi, akan tetapi selalu dalam konteks yang positif. Menurut saya mereka hanya mencoba memancing di air keruh…

Jika saya tidak mampu mencetak gol, itu murni kesalahan saya, jadi arahkan saja moncong senapan Anda ke arah saya dan mulailah menembak, tidak perlu Anda membuat “Collateral Damage” atau mencoba membuat kerusakan di sisi yang lain. Mungkin ini sudah menjadi konsekuensi saya sebagai pemain yang selalu menjadi tumpuan harapan masyarakat, masyarakat selalu berharap lebih pada diri saya, akan selalu terjadi konflik jika seorang Bambang Pamungkas gagal mecetak gol dalam 3 atau 4 pertandingan, baik di liga maupun Tim Nasional. Ketika saya gagal bermain baik semua orang mengkritik gaya bermain saya, yang kurang agresiflah, terlalu sering menunggu bola, dll. Akan tetapi jika saya mulai bermain baik dan mencetak gol di setiap pertandingan, orang tidak akan lagi perduli dengan gaya apa saya bermain, yang terpenting adalah saya berhasil melewatkan bola di garis diantara 2 tiang gawang,TITIK..!!!

Dalam sebuah buku, Michael Jordan pernah menyebutkan “It’s Always Special Treatment For Special Person” yang kurang lebih berarti akan “Selalu ada perlakuan yang spesial untuk seseorang yang spesial”. Mungkin ini adalah salah satu perlakuan spesial publik terhadap diri saya, mereka akan memuji saya lebih dari pemain yang lain ketika saya berhasil, begitu pula sebaliknya, mereka akan memendam saya lebih dalam dari pemain lain ketika saya gagal. So artinya saya adalah pemain yang spesial bagi mereka he he he..

Lebih dari pada itu saya adalah pribadi yang menyukai tekanan, seperti yang saya sering kemukakan bahwa “Sepakbola tanpa tekanan bagaikan makan makan nasi putih panas + sambel trasi tanpa ikan asin + pete” kurang nendang. Karena sejatinya apapun profesi Anda selalu dibutuhkan tekanan. Karena tekanan akan membuat Anda selalu terjaga, tekanan akan membuat Anda selalu merasa harus belajar dan tekanan akan selalu membuat Anda berusaha menggali kemampuan Anda sampai ke batas maksimal…

Jika Anda sempat melihat partai tinju antara Oscar Dela Hoya Vs Manny Paqiuao, yang dimenangkan oleh petinju Philipina tersebut, pada akhir pertandingan dalam sebuah wawancara, terdapat sebuah pertanyaan yang sangat menarik “Oscar, apakah Anda akan pensiun setelah kekalahan ini..? Anda tau apa jawaban Oscar “When The True Champs like Manny Beat You, There’s Still Another Day”.. So Do I.., masih ada hari esok, memang betul saat ini saya gagal, tetapi tidak ada alasan bagi saya untuk berbalik arah dan berlari. Tim Nasional adalah tanggung jawab semua pemain sepakbola di negeri ini termasuk saya, saya tidak akan pernah berhenti sampai tenaga saya tidak lagi dibutuhkan. Ini bukan karena serakah atau tidak tau diri, akan tetapi lebih kepada tanggung jawab moral dan rasa cinta saya terhadap olahraga yang telah membesarkan nama saya. Bermain untuk Tim Nasional memang membutuhkan mental yang kuat, karena Anda harus selalu siap dengan terpaan badai dari segala penjuru, oleh karena itu tidak semua pemain “BERANI DATANG” untuk memenuhi panggilan Tim Nasional. Bagi saya sendiri kapanpun pelatih tim nasional menelephone dan membutuhkan tenaga saya, seketika itu juga saya akan mengemas barang saya dan berangkat menuju Asrama Tim Nasional. Itu adalah komitmen saya sejak pertama kali saya diberi kehormatan menggunakan seragam Kebesaran Merah Putih 9 tahun lalu. Dan satu hal lagi, saya siap menerjang apapun badai yang akan menerpa saya karena “SAYA BUKAN SEORANG PENGECUT….!!!”…

TERUS BERJUANG BEPE .




ngak nyangka gw , pertama sih gwa liat ni orang agak kurang suka sih pemain sepakbola bak selebrtis .
tapi abis baca dari web ny , jadi terharu gw .....

nih biodata ny :

Bambang Pamungkas


Informasi pribadi
Nama lengkap Bambang Pamungkas
Tanggal lahir 10 Juni 1980 (umur 28)
Tempat lahir , Salatiga, Indonesia
Tinggi 171 cm
Posisi bermain Penyerang
Informasi klub
Klub saat ini Persija Jakarta
Nomor 20
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999–2000
2000–2001
2001–2004
2005–2006
2007– Persija
E.H.C. Norad
Persija
Selangor FC
Persija 30 (24)
?? (??)
96 (52)
42 (39)
?? (13)
Tim nasional2
1999 - Indonesia 64 (34)

1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 1 Agustus 2007.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 1 Agustus 2007.


Bambang Pamungkas (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980; umur 28 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Divisi Utama Liga Indonesia dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Meskipun tidak terlalu tinggi (171 cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.

Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.



Karir profesional

Bambang menjaringkan 24 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Setahun kemudian, Bambang menjadi top scorer dengan 8 gol sekaligus membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002.

Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kali terakhir Bambang menjaringkan gol untuk Indonesia adalah pada 12 Februari 2004) menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Hingga Juli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.

Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.

Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.

Perjalanan karir
SSB Ungaran Serasi (1988-1990)
Diklat Salatiga (1990-1995)
Persikas Kab. Semarang (1992)
Persikas Apac Inti (1995-1999)
Persija Jakarta (1999-2000)
EHC Norad (2000-2001)
Persija Jakarta (2001-2004)
Selangor FC (2005-2006)
Persija Jakarta (2007-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar